search here and find more articles

Wisata Menyusuri Kota Tua di Jakarta

Menyusuri Kota Tua Jakarta memang sedang menjadi agenda wisata yang cukup menarik di Jakarta. Kita seperti diajak membuka buku sejarah lama dari Kota Jakarta, dan menjelmakan isi buku itu dalam kehidupan nyata. Ini adalah cara asyik mengenal sejarah ibu kota negara kita.
Fasilitas kolam renang di Hotel Ciputra Jakarta. Sumber : hotelciputra.com
Tapi pertama-tama kita lakukan lebih dulu adalah pesan Hotel Ciputra Jakarta di Traveloka. Kenapa? Karena selain hotelnya nyaman, lokasinya juga pas, dekat dengan Kota Tua Jakarta. Selain itu hotel ini juga dekat dengan fasilitas lainnya karena posisinya tepatnya di Jalan Letnan Jenderal S Parman, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat. Selain itu Hotel Ciputra juga satu area dengan pusat perbelanjaan Ciputra. Jadi hampir seluruh kebutuhan mudah di temukan di sana.

Kota Tua Jakarta, adalah bagian dari dari ibu kota kita yang eksistensinya telah ada sejak lama. Dan Kota Tua Jakarta merupakan bagian dari sejarah kota itu sendiri. Kota Tua Jakarta bermula dari jaman Kerajaan Pajajaran dengan pelabuhan Sunda Kelapa. Kamudian pada tahun 1526, Fatahilah yang merupakan utusan dari Kerajaan Demak menundukkan dan menguasai Sunda Kelapa. Kemudian di bawah wilayah kerajaan Demak, berganti nama menjadi Jayakarta.
Museum Fatahilah. Sumber : Wikipedia.org
Pada tahun 1619, VOC-Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda- di bawah pimpinan J.P Coen menghancurkan Jayakarta, lalu membangun lagi sebuah kota dengan nama Batavia. Nama ini diambil dari nama leluhur Bangsa Belanda Batavieren. Dengan pusat kegiatan di halaman Fatahilah saat ini.

Sisa-sisa peninggalan dari sejarah itulah yang kini menjadi pusat wisata Kota Tua Jakarta. Kita mulai dari Museum Fatahilah. Museum ini memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta. Museum ini dulunya adalah Gedung Balai Kota Batavia (Stadhuis Van Batavia) yang dibangun pada tahun 1707-1710. Gedungnya sudah sangat tua ya, meski demikian, masih sangat kokoh.

Gedung tiga lantai bergaya neo klasik ini saat ini di cat dengan warna krim agak abu-abu dengan kusen dan daun jendela serta pintu berwarna hijau tua. Di dalamnya terdapat koleksi replika peninggalan kerajaan traumanegara dan pajajaran. Selain itu banyak peninggalan hasil kegiatan arkeologi Jakarta, furniture peninggalan Belanda bergaya eropa, koleksi koin-koin (numismatic), keramik-keramik cina. Ada juga koleksi tentang kebudayaan Betawi, dan peninggalan Belanda lainnya.
Aktivitas wisata yang sering diadakan dan diikuti oleh wisatawan yang berkunjung disini antara lain adalah, nonton bareng film-film jadul, pentas seni ala Jakarta, Kunjungan ala tentara Indonesia, workshop sketsa gedung tua, jelajah malam museum, dan wisata kampung tua. Biasanya untuk mengikuti tour ini, ada persyaratan jumlah minimal peserta yang harus dipenuhi.

Selain berfungsi sebagai museum, gedung ini memiliki perpustakaan juga, dimana koleksi bukunya kurang lebih ada 1200 judul buku. Terdapat juga FAtahilah Theater yang memutar selain film jadul, juga film-film masa kini baik dari dalam negeri, juga luar negeri. Selain itu ada juga kantin dengan menu makanan dan minuman betawi, dengan suasana taman yang nyaman. Tersedia juga toko souvenir untuk membeli kenang-kenangan dari Kota Tua Jakarta. 

O, iya. Di lapangan museum sering terdapat patung hidup yang bisa diajak berfoto. Iya, patung hidup karena patungnya bisa bergerak. Sebenarnya patung hidup adalah manusia yang bergaya sebagai patung. Biasanya patung berkostum pejuang kemerdekaan. Ada satu patung yang berkostum noni Belanda. 

Seniman patung hidup di lapangan museum ini tergabung dalam Komunitas Manusia Batu atau disingkat KOMBAT. Ada bermacam warna patung hidup, dari hijau, putih, coklat, warna tembaga, keperakan, bahkan keemasan.
Museum Wayang. Sumber : Wikipedia.org
Tak jauh dari Museum Fatahilah, terdapat Musem Wayang serta Museum Seni Rupa & Keramik. Koleksi museum wayang adalah museum yang berisi koleksi wayang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dengan berbagai macam bahan wayang. Ada wayang janur, wayang rumput, wayang kayu, wayang kulit, wayang golek, wayang beber, dan gamelan. Selain itu terdapat juga koleksi topeng, koleksi wayang dari luar negeri, dan koleksi boneka dari luar negeri. Di museum ini juga mengadakan pertunjukan wayang di jadual tertentu.

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki koleksi aneka keramik dari seluruh Indonesia, dan dari berbagai negara di dunia. Museum ini sama seperti Museum Wayang dan Museum Fatahilah, merupakan bangunan kuno peninggalan Belanda.
Museum Seni Rupa dan Keramik. Sumber : Wikipedia.org
Setelah cape berkeliling museum, mampirlah sebentar untuk sekedar ngopi, cemilan-cemilan, atau justru makan berat. Ada café berinterior unik dengan menu-menu Malaka. Dari luar kafe ini hampir serupa dengan lingkungan kota tua karena lokasinya ada di dekat gedung museum. Interior dalamnya sangat nyaman, dengan hiasan-hiasan vintage alias jadulan.
Signature dishnya antara lain wan tan noodle with prawn wan tan, ipoh curry special mee, straits born assam laksa, penang prawn soup. Beberapa cemilannya berupa roti bakar malaka, roti pandan kaya, dan sebagainya. Minuman juga beragam. Mulai dari kopi, teh, cendol, cincau, serta ice blended. Lumayan menawar penat setelah berkeliling kota tua, Jakarta.

26 komentar

click to leave a comment!

22 November 2016 13.04 Delete comments

Gedungnya bagus banget. Antik dan unik :)

Reply
avatar
22 November 2016 13.44 Delete comments

sebenarnya, penasaran banget ada apa sih dikota tua jakarta, pengen kesana setelah membaca ini mas :)

Reply
avatar
22 November 2016 19.12 Delete comments

Jakarta memang terkejal dengan wisata kota tuanya. Kemaren waktu ke jakarta saya juga sempat berkeliling meski sebentar hehe

Reply
avatar
22 November 2016 23.14 Delete comments

Kata orang 'ngapain sih ke kota tua? Mau liat apa?'. Tapi aku sukaaaaaa banget. Yaaa gara2 emang lebih tertarik ama situs2 jadul drpd mol sih

Reply
avatar
23 November 2016 01.50 Delete comments

Waktu ke jkt gak sempat ke tempat ini, kalau kesana lagi bisa hub mas Adhi dulu nih..hehe

Itu gak ada foto dalamnya ya mas,penasaran dalamnya seperti apa.. hehe

Reply
avatar
23 November 2016 10.01 Delete comments

Wah bener sekali mbak... Emang penuh dengan kekunokunoan kok mbak...
Udah pernah kesana mbak?

Reply
avatar
23 November 2016 10.04 Delete comments

Wah bagus banget mas... perlu deh maen2 kesini!...
Seru banget lihat bangunan2 kota tempo dulu...

Reply
avatar
23 November 2016 10.05 Delete comments

Gimana seru kan?

Lebih asyik kalo malam hari mas super rame deh...

Reply
avatar
23 November 2016 10.06 Delete comments

IYa aku juga suka sejarah gitu.. apalagi kalo misalnya ngelihat barang2 kuno...

Reply
avatar
23 November 2016 10.06 Delete comments

Wah monggo mas... tak jak muter2 nanti...

Foto dalemnya nanti mas artikel periode berikutnya hehhe

Reply
avatar
23 November 2016 14.01 Delete comments

Yosh!
Liburan berikutnya mesti main ke sini buat foto-fotooo

Reply
avatar
23 November 2016 19.39 Delete comments

pasti banya ide buat nulis kalau sudah disana heheh:)

Reply
avatar
24 November 2016 10.38 Delete comments

aku pingin banget berkunjung ke kota tua.
ke jakarta gagal mulu mau ke kota tua. bangunanya keren juga. bersejarah.

Reply
avatar
24 November 2016 13.10 Delete comments

Kalo di Semarang namanya Kota Lama. Bangunannya masih banyak yang utuh loh, cuman sayang banyak yang gak terawat dengan baik.

Reply
avatar
25 November 2016 00.51 Delete comments

Iya paling unik sejakarta ya kota tua mas...

Ayo mampir kesini!...

Reply
avatar
25 November 2016 00.51 Delete comments

Iya aku juga pernah kekota lama... tapi ya gitu kurang menarik perhatian...

Reply
avatar
26 November 2016 07.49 Delete comments

saya berharap kebersihan dan kerapihan Kota Tua dapat dijaga, baik oleh petugas maupun pengunjung. "Ini kan bukan tanggung jawab petugas saja". Pengunjung juga harus menjaga kebersihan,

Reply
avatar
26 November 2016 21.17 Delete comments

Jalan-jalan ke kota tua jakarta memang menyenangkan, asalkan tidak pas malam minggu aja, terlalu ramai banget, jadi gak bisa menikmati nuansa malamnya yang shyadu hehehe

Reply
avatar
27 November 2016 05.13 Delete comments

Wah saran yang bagus juga mas,... semoga saja ya bisa dipertahankan kebersihanya!...

Reply
avatar
27 November 2016 05.13 Delete comments

Hahah sering ya mbaknya kekota tua?

Iya mbak apalagi kalo mau ambil moment romantis disana...hehhe

Reply
avatar
1 Desember 2016 11.30 Delete comments

Gue udah dua kali ke sini dan memang tempatnya keren. Kalau ke cafe di sana sih, belum. Karena waktu itu perginya sama keluarga, nggak memungkinkan kalau main ke cafe. Kenapa gak sekalian di fotoin cafenya? Mana tau banyak tertarik buat ke sana.

Reply
avatar
13 Desember 2016 21.45 Delete comments

Saya sudah 2 x ke kota tua, sekarang banyak tukang jualannya, jadi penuh terutama hari Minggu dan libur

Reply
avatar
17 Desember 2016 06.10 Delete comments

kalo ngeliat gambarnya, keknya enak yah... rapih, bersih, megah. Tapi pas dateng ke sana, buseeeeeettt.... banyak pedagang... sampah plastik di sana-sini.... sedih ._.
*tepok jidat*

Reply
avatar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *