Follow Google+

Part Of Blogger

Photobucket

Statistic

DMCA.com Protection Status

Popular Posts


Art dan Adhi adalah dua kata yang tidak akan pernah terpisahkan, dengan adanya dua kata tersebut terciptalah karya creative itulah awal mulanya artadhitive dilahirkan. Art Design memang luas kaitanya, tapi segala sesuatu itu bermula dari Art Design, Art Design bukan hanya coretan tinta, bukan hanya goresan garis dan bukan hanya gesturan mouse melainkan adalah kehidupan seni yang setiap orang memilikinya. Art Design adalah Seni yang berhak dimiliki setiap manusia karena goresan tangan yang bodoh sekalipun bisa menghasilkan karya seni yang luar biasa.
Art of Adhi Creative ...

Instagram

Instagram

Advertise 970x90

Panduan Design

Follow This Site

Google+ Followers

Butuh Apartment ?

Thursday, 20 April 2017

Antara Blogger, Designer atau Photographer, Tetap Jadilah Gravitasi

Hujan turun begitu lebatnya, diiringi hembusan angin yang menerpa pohon-pohon. Gemuruh petir pun saling bersahutan seolah-olah menyambut kilatan cahaya yang singkat melintas. Hari itu dari atap rumah meneteskan air, bukan menangis tapi karena genteng bocor. Air itu menetes tepat diatas lemari yang selama ini menjadi gudang tempat penyimpanan. Tumpukan kardus yang tersimpan rapi diatas lemari juga tak kuasa menahan air yang terus menerpa. Dengan sigapnya saya mengambil bangku dan mulai mengungsikan beberapa kardus yang sudah setengah basah.

Seperti layaknya dokter, langsung saja saya bedah kardus itu untuk melihat kondisi yang terjadi didalamnya. Kardus itu ternyata menyimpan buku-buku yang dulu pernah saya gunakan untuk bersekolah. Satu persatu buku-buku itu saya keluarkan dari kardus, memilahnya antara yang basah dan tetap kering. Perlahan tapi pasti hingga tibalah kepada satu buku yang pernah menjadi catatan keseharian saya disekolah dulu. Buku itu merupakan buku yang setiap harinya saya bawa kemana-mana, menuliskan kejadian demi kejadian dalam bentuk catatan harian.

Rupanya buku itu tampak basah kuyup dengan berlumur tinta berwarna hitam dipinggir halamannya. Mulailah saya membuka halaman kertas satu persatu, membaca kembali beberapa kisah kasih di sekolah yang dulu pernah saya tulis. Tanpa sadar saya pun mulai mengenang kembali masa lalu pada saat itu. Bibir ini rasanya seperti senyum-senyum sendiri ketika membaca beberapa kalimat yang tertulis didalam buku itu, kadang merasa bahagia dan kadang terhanyut dalam kesedihan cerita yang entahlah sudah terlupakan dari dulu namun mencoba mengingatnya kembali. 
Seketika teringatlah masa itu, dimana saya sering dicemooh oleh beberapa teman sekolah. "Anak laki-laki kok punya buku diary" begitulah tanggapan mereka, sesekali mereka merobek beberapa kertas yang ada dibuku itu. Sejujurnya dalam hati saya sangat sakit, namun apa daya ketika itu saya hanya seorang anak kampung yang baru pindah sekolah ke Jakarta. Kebiasaan menulis tidak pernah saya tinggalkan, saya tidak peduli apa kata mereka, yang terpenting adalah dengan menulis saya bisa mengungkapkan perasaan saya melalui goresan tinta.

Saya jauh dari orang tua saya, tidak seperti anak-anak pada umumnya yang selalu mengadu langsung kepada orangtuanya seketika tertimpa masalah, oleh karenanya saya menulis untuk mengabadikan setiap kejadian yang bisa saya ceritakan kembali kepada orang tua saya ketika waktunya tiba. Hingga saat saya dewasa seperti sekarang ini, hal itu menjadi pemicu saya untuk terus berkarya dengan tulisan-tulisan dan cerita inspiratif yang saya kemas dalam sebuah blog.

Dalam buku yang telah usang itu, tampaknya tidak hanya tulisan yang bersarang pada halaman tersebut. Ternyata ada bakat lain yang tersembunyi didalam diri saya, itu terbukti pada kertas tanpa tulisan namun terlihat beberapa cuplikan gambar yang menarik. Benar sekali, selain menulis disela-sela waktu, saya sering mencoretkan tinta untuk beberapa gambar animasi ataupun pemandangan. Hal itu merupakan anugrah dari Sang Pencipta melalui seorang Ayah yang gemar menggambar juga.
Alhasil jiwa seni pun tumbuh, hingga pada akhirnya saya tertarik dengan dunia design dan mencoba untuk terus mempelajarinya hingga sekarang. Tulisan dan gambar adalah ungkapan dari seorang anak seperti saya yang masih membutuhkan perhatian lebih dikala itu. Namun dari situlah saya banyak belajar, memiliki pengalaman yang berharga, bermanfaat untuk orang lain dan berguna ditengah masyarakat luas.
Menulis merupakan bakat yang saya temui karena keterpaksaan. Bagaimana tidak, dengan menulis saya bisa mengungkapkan dan mengabadikan perasaan isi hati yang saya rasakan. Banyak peristiwa yang terjadi ketika hari pertama saya masuk sekolah. Dengan tampang polos dan lugu, saya selalu jadi bahan ejekan teman-teman, apalagi saat aksen daerah Jawa saya begitu kentara. Sedih barcampur marah saat baju saya ditempeli kertas pada punggung dengan tulisan yang tidak sepantasnya, beberapa kali permen karet pun menempel pada bangku tempat saya duduk.

Kalian bisa bayangkan betapa sedihnya hati ini kala itu, rasanya mau marah dan balas dendam, namun apa daya saya hanya seorang bocah yang tidak tahu menahu soal kehidupan di Jakarta. Dari kejadian itulah saya terpaksa mengadukan peristiwa itu dalam sebuah tulisan, kadang-kadang dalam sepucuk surat yang tidak tahu kapan terkirimkan kepada Ibu saya dikampung. Berawal dari tulisan tentang curhatan seorang anak, kini menjadi sebuah kebiasaan menulis. Kebiasaan menulis dan menggambar akhirnya menjadi suatu kesatuan yang bisa dibilang sebuah kegemaran bagi saya.

Memiliki hobi menulis dan menggambar adalah sebuah bakat yang telah diberikan Sang Pencipta. Setiap harinya saya selalu menulis tanpa merasa lelah dan menggambar tanpa merasa salah. Semua yang saya lakukan dari keduanya menjadi hal yang sangat menyenangkan. Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan diri saya hari ini atau hari esok, yang terpenting dengan menulis saya yakin mampu meraih impian dan cita-cita, karena mimpi yang dituliskan akan jauh lebih terwujud dari pada impian yang hanya tertera dalam angan-angan. Pepatahpun pernah berucap !
Begitulah kata motivasi dari Rockeffeler yang saya kutip dalam buku pengembangan diri. Kata-kata itu selalu memberikan inspirasinya untuk menulis impian terbesar yang ada di dalam angan-angan kita. Hati ini sangat yakin, dengan menulis impian atau cita-cita, setidaknya kita akan selalu diingatkan oleh tulisan itu pada keseharian kita, bulan demi bulan, bahkan beberapa tahun yang akan datang sejak impian tersebut tertuliskan. Impian yang tertuliskan akan mempengaruhi kita untuk berpegang teguh terhadap apa yang menjadi harapan kita di masa yang akan datang.

Pada intinya adalah belajar dari kekurangan akan melahirkan bakat yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan jika kita berfikir secara positif semua yang menjadi kekurangan kita akan melahirkan nilai-nilai yang berorientasi pada bakat kita. Termasuk diri saya yang selalu dipandang rendah oleh orang lain, kini telah banyak menghasilkan bakat yang bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan orang lain. Bakat yang terpendam itu adalah sebagai seorang penulis lepas, menjadi designer yang kreatif dan seorang yang baru belajar photographer.

Tidak disangka dari bakatlah saya lahir menjadi orang yang berprestasi, orang yang tumbuh dengan segudang kemampuan dan mulai muncul kepermukaan dengan segudang prestasi. Tampaknya bakat yang lahir kini telah menemukan arahnya. Berbagai prestasi dikejuaraan menulis tingkat sekolah, nasional dengan perjuangan yang tidak mudah saya dapatkan. Semua karena usaha yang maksimal dan terus berdoa kepada Sang Pencipta. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya bisa menduduki presatasi yang semua orang menginginkannya. Dalam hati saya hanya berbisik "Inilah Perjuangan".
Prestasi saya yang paling mengagumkan adalah ketika saya menjuarai penulisan artikel terbaik dengan tema "Mutiara laut selatan Indonesia" yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Prosesi penyerahan hadiahnya diserahkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti yang merupakan salah satu menteri favorit saya, sungguh sangat mengharukan ketika berjabat tangan walau hanya beberapa detik. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya karena telah berhasil menjuarai penulisan artikel yang sebelumnya antara yakin dan tidak yakin saya bisa menjuarainya. Namun inilah kuasa Sang Pemilik Alam Semesta yang telah menggariskan saya menjadi pemenang pada saat kompetisi tersebut.

Prestasi demi prestasi juga saya raih dengan kejuaraan lainya sesuai bakat yang saya kembangkan saat ini seperti graphic design, video motion dan juga photographer. Semua itu berawal dari keterbatasan yang semakin hari akan meleburkanya menjadi sebuah prestasi. Hal ini merupakan pelajaran penting bagi saya dan kita semua, bahwa segala sesuatu yang diusahakan akan mengalirkan jalan menuju apa yang kita inginkan termasuk impian kita. Oleh karena itu jangan pernah menyerah untuk menggapai segala impian dan cita-cita kita. Teruslah berjuangan dengan bakat yang telah dilahirkan dan tetap jadilah gravitasi ditengah orang-orang yang membutuhkan inspirasimu.
Bakat yang tumbuh menjadi prestasi adalah hal yang luar biasa, karena dengan bakat yang kita miliki serasa melakukanya bukan suatu hambatan lagi bagi kita. Saya memiliki bakat menulis, dan ketika saya menulis semua serasa mengalir seperti air mengalir, menuliskan beribu-ribu kata tanpa beban dan merasa lelah. Begitu juga dengan menggambar sesuatu yang menjadi kegemaran kita, serasa waktu berjalan begitu cepat namun tetap menikmati setiap proses designnya.

Bakat lain yang saya miliki adalah menjadi photograpfer, selalu memiliki ide dengan sejuta pengambilan angel yang menarik dalam suatu objek atau benda. Bakat ini terpendam sudah terlalu lama karena memang tidak mudah untuk merealisasikan peralatan yang canggih dan mumpuni. Walaupun sampai saat ini belum pernah meraih prestasi dibidang ini, setidaknya ini menjadi awal yang baik untuk memulai bakat baru yang akan melahirkan sebuah prestasi kembali.
Begitu banyak bakat yang terlahir dan dengan mudahnya kita menjalaninya tanpa merasa kalah. Bukan itu! yang terpenting adalah bagai mana kita bisa menjadi gravitasi terhadap lingkungan kita, menjadi daya tarik orang lain agar mampu menyerap inspirasi yang telah kita ciptakan bersamaan dengan prestasi yang selama ini telah kita raih. Gravitasi adalah daya tarik dengan kekuataan besar untuk menarik benda diatasnya agar tetap berjalan sesuai porosnya, begitu juga dengan prestasi.

Prestasi yang baik bukan hanya seputar kompetisi atau perlombaan, tetapi prestasi yang baik adalah tindakan yang mampu menjadi daya tarik perubahan untuk orang lain disekitar kita, memberikan dampak positif terhadap seseorang yang berusaha menjadi lebih baik. Apapun bakat kalian, menjadi seorang blogger, menjadi seorang designer atau photographer, tetap jadilah gravitasi.

--- Always Pray and Stay Creative ---

NB: Sebagian postingan ini mengalami perubahan dengan dihapusnya review positif tentang smartphone Luna yang saat itu menjadi salah satu syarat blogging competition yang diselenggarakan Luna Indonesia dengan C2Live.

Info lebih lanjut silahkan dibaca ya disini...

42 comments:
Write comments
  1. Wiii ikutan juga :)
    Semoga terpilih sebagai salah satu juaranya ya vro.

    Aku juga punya toh buku diaray, sampe sekarang juga masih ada.
    Tapi mulai jarang ditulis karna lebih sering nulis di blog wk.

    o eya Kapan kapan hunting photography bareng kuy lah,
    aku siap jadi modelnya ahay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya belajar dari keterbatasan saya kini bisa menghasilkan beberapa prestasi yang cukup membanggakan... Ini semua karena jeripayah dan konsistensi saya terjun ke dunia penulisan.

      Idenya buat hunting kece badai, kapan kita eksekusi.... jangan cuma di mulut doang ah... ayok..

      Delete
    2. sama aku dong di ajak . .
      kali-kali ketularan sama bang leon sama om ardi

      Delete
    3. Wah mau juga ya!... Sip lah kalo gitu... kita cari waktu yang tepat ya!...
      Bang leon baca DM ya!...

      Anak Abah invite dong ig aku!

      Delete
  2. Wah ceritanya sangat menginspirasiya... Saya begitu tersentuh dengan berbagai jalan hidup mas yang dari sebuah kekurangan bisa menghasilkan prestasi yang hebat..

    Semoga terus menjadi gravitasi didunia mas arta ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih bang Amin, semoga ceritanya bisa menginsirasi dan memacu diri kita untuk terus berkarya. Jangan pernah memandang sebuah kekurangan menjadi hambatan untuk kita tetap berkarya ya...

      Delete
  3. Saya sebelumnya juga pernah punya buku catatan sekolah tapi karena saya kurang minat di dunia penulis akhirnya saya mencoba mencari bakat lain... Dan ternyata saya menemukan bakat sya menjadi seorang public speakerdan pembawa acara, dari situlah saya bisa menjadikan bakat saya sebagai prestasi dan gravitasi ditengah masyarakat kita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dengan bakatnya menjadi public speaker, mas bisa menjadi inspirasi ditengah masyarakat. Semoga terus bisa berprestasi dan menginspirasi ya mas... saya turut senang mendengarnya...

      Delete
  4. prestasinya udah level dewa ini mah. ngeri-ngeri....
    desain sama fotografinya belajar otodidak-kah mas?

    semoga menang dan bisa menambah di list prestasi lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas! semua berkat dukungan orang-orang terdekat saya, termasuk teman-teman bloger seperti mas yang senantiasa support saya walau dari kejauhan. Semoga saja saya bisa terus menginspirasi dengan berbagi karya dan prestasi saya.

      Saya belajar sendiri kok mas dan sering sharing dengan komunitas-komunitas yang tergerak di bidangnya.

      Delete
  5. Wah,, cerita yg sangat inspiratif gan,, mantep dah atas segala preatasinya,, maju terus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak mas atas dukungannya dan semoga bisa menginspirasi kita semua untuk terus maju dan berprestasi selalu...

      Delete
  6. Istimewaa, prestatif, persistance, tangguh, inspiratif banget 😁 terus semangaat yak mengembangkan potensi diri kan serasa refreshing jugaa kalau berkutat sama hal yg disukai. Btw kok samaan suka nulis sama fotografi hahaha tos dulu 😁

    Terus berkarya yak, terus menginspirasi lewat tulisan km yg kece badai, terus jd gravitasi buat sekitar dan terinspirasi jd org yg lebih baik lagi. 😁😁

    "inilah perjuangan" kalau udah kena block writer aku kasih tempelan itu berarti 😁 btw, Luna kece ya, elegan cantik stylish gtu. Pas deh buat para blogger jam terbang tinggi kaya kamu. Hahahaa Good lucckk #inikomennyakokpanjang 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduhai! lama-lama bisa terbang deh akunya dipuji-puji mulu udah kayak artis. Kalo kita suka Pothography kapan-kapan boleh lah kita hunting bareng. Paling suka juga jalan-jalan sambil photo-photo.

      Semoga bermanfaat ya buat kita semua, agar kita sama-sama terinspirasi dengan menjadi gravitasi didunia kita masing-masing. Yang terpenting adalah terus menginspirasi untuk kebanyakan orang.

      Luna emang kece badai, mudah-mudahan suatu saat bisa megang paling gak kalo gak bisa memiliki mah...Thanks ya atas supportnya!...

      Delete
  7. wii, mas, jadi tokoh inspiratif saya. makasih uda bagi bagi inspirasi dan semangat nya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terimakasih mas, semua ini juga gak akan terjadi kalo gak ada support dari mas Fajar...
      Sya yang harusnya berterimakasih kepada mas fajar yang selama ini senantiasa support saya kapanpun dan dimanapun. Semoga kita bisa menjadi gravitasi dilingkungan sekitar kita ya mas...

      Delete
    2. heheheh, saya sih masih amatir mas :) , saling mendukung dan berbagi ilmu mas :). aamiin , semoga kita bisa menjadi gravitasi yang bisa menarik adik-adik lebih banyak lagi ke arah positif terutama ngeblog dan design :)

      Delete
  8. kualitas hp Luna mah sudah nggak diragukan lagi ,, lha wong buatannya Foxconn yg notabene juga merakit iPhone,, heheehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah rupanya mas Indra tau banyak juga ya tentang Luna, memang patut diacungi jempol deh kalo membandingkan Iphone dan Luna. Sama-sama oke dan kece badai...

      Delete
  9. Wah prestasinya keren, pengalamannya juga inspiratif mas.Saya juga ikut kompetisi blog Luna ini. Semoga menang ya Mas. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya hanya manusia yang berusaha untuk menjadi lebih baik aja kok mbak...
      Semoga menang juga ya mbak untuk lombanya... Kita saling melengkapi aja...hehe

      Delete
  10. luna smartphone emang bagus dah kameranya, terjamin banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mas, melihat hasilnya aja udah bisa dibilang kulitas iphone... jadi bisa dipastikan Smartphone ini Creadhible banget.

      Delete
  11. Keren banget, udah menjuarai dimana-mana sebagai blogger dan desainer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga berusaha mas! Karena prestasi bisa dilakukan oleh siapa saja mas...
      Mas Mirawan juga prestasinya banyak, apalagi jadi Guru! menurut saya itu prestasi yang luar biasa... bermanfaat dunia akhirat pasti ilmunya...

      Delete
    2. Amiiinnnnn! Ya Rabbal Alamiiinnn!

      Delete
  12. wuih, mantep ceritanya kak,, bisa jadi motivasi buat sya yang masih pemula di dunia blogging.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga terinspirasi ya mas! Mudah2an dengan bakat yang mas miliki bisa menghasilkan prestasi dan menjadi gravitasi didunia blogging mas!..

      Delete
  13. keren mas sampean
    gravitasinya besar jadi energi potensialnya juga besar, makanya sering menang lomba
    btw perbedaan hasil gambar sama ifone kontras juga ya lebih cerah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Ikrom, Smua juga merupakan berkeat dukunggan orang-orang yang selalu support dalam kehidupan saya termasuk mas Ikrom..

      Semoga bisa menginspirasi dan menjadikan kita gravitasi seperti Smartphone Luna..

      Delete
  14. Keren sekali anak muda yang satu ini. Prestasinya mantap dan inspiratif, semoga juga bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya, jangan hanya ngabisin waktu dengan sesuatu yang nggak bermanfaat... Kuy lah anak muda sudah waktunya mengukir prestasi kayak mas Adhi...

    Nice sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Termakasih mas atas pujiaannya, mudah2an saya gak terlena dengan pujian mas hendra, hehehe...
      Sya hanya anak muda biasa mas, cuma dalam prisnsip saya saya lebih mengedepankan moto " saya harus menjadi manusia yang lebih unggul" bukan menjadi manusia pemenang...

      Delete
  15. iya bener, meski satu aja asalkan bisa jadi gravitasi
    Sip

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mbak semoga mbak lida mampu dan bisa menjadi gravitasi didunia mbak Lidha...

      Tetap semangat ya!...

      Delete
  16. sepertinya dari ketiga profesi diatas, kalau bisa dilakukan secara barengan mah mendingan dilakukan saja, duitnya gede dengan pola kerja nyantey kaya dipantey tuh...yang penting kita masih bergravitasi, kalau udah nggak berarti kita udah jadi hantu...melayang sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah angomong opo mas sampean!... Iyo bakalan tak lakoni pokoke!

      Delete
  17. Mas, dulu pertama kali kesengsem jeprat jepret pake kamera tipe apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake kamera DSLR D1100 Cannon... Sekarang udah beralih ke fujifilm mas!

      Delete
  18. Tetaplah menjadi gravitasi buat banyak orang, dan sayangnya Mbak Luna cuma kasih PHP

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAhaha Bener banget ! Gak seperti biasanya kayak gini!

      Delete
  19. Nice post btw.. suka cara menulisnya, bertutur banget. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Semoga kedepanya bisa lebih kece bahasanya dalam penulisannya!

      Delete

Interested for our works and services?
Get more of our update !