search here and find more articles

Dibalik Kisah Perjalanan Bocah Peduli Lingkungan Bersama Bank Sampah Astra

Bencana banjir yang terus melanda saat musim hujan tiba tidak lepas dari yang namanya sampah. Kesadaran masyarakat akan lingkungan sangatlah memprihatinkan karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sampah menjadi faktor utama terjadinya banjir selain intensitas curah hujan yang tinggi dan penebangan hutan yang merupakan resapan air. Sungai yang dulunya dalam dan mampu menampung banyak aliran air kini menjadi dangkal akibat pembuangan sampah yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Di tengah persoalan sampah dan ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan membuat masalah banjir akan terus berlanjut. Peristiwa banjir menjadi masalah serius yang harus segera di tanggulangi karena menyebabkan kerugian yang berarti bagi kepentingan manusia. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kesadaran dalam membuang sampah. Belajar dari seorang bocah yang masih duduk dibangku sekolah akan kepedulianya terhadap lingkungan dan demi mencukupi kebutuhan hidupnya.
Seorang bocah lebih memilih berteman dengan sampah dari pada harus bermain-main dengan teman seusianya. Bernama Aldi Alvian yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama ini berinisiatif untuk memanfaatkan Bank Sampah Astra yang telah diresmikan ditahun 2013 lalu. Bocah yang berusia 14 tahun rela mencari botol bekas dan koran yang sudah tidak terpakai sepulang sekolah. Hal ini dilakukannya karena sebuah alasan peduli terhadap lingkungan dan demi mencukupi kebutuhan sekolahnya sebagai seorang pelajar.

Dengan mengambil botol bekas yang berserakan dijalan, ini merupakan bentuk kepedulian Aldi terhadap lingkungan. Walau hanya sebatas botol bekas namun ini menjadi dampak terjadinya banjir yang selama ini terjadi. Faktor kebutuhan sekolah yang semakin banyak juga menjadi alasan bocah ini dalam menunjang masa depannya. Di waktu luangnya selepas pulang sekolah dan bermain-main dengan temannya, bocah yang aktif ini menyempatkan waktu untuk mengais rejeki sedikit demi sedikit dengan mengumpulkan botol plastik bekas.


Botol berupa plastik yang didapatkan setiap harinya akan disetorkan ke Bank Sampah Astra di daerah Sempar Barat, Jakarta Utara. Hasil dari pengumpulan botol plastik bekas yang didapat setiap harinya berkisar Rp.5000,- sampai dengan Rp. 10.000,- rupiah tergantung dari total berat plastik yang didapatkan. Dari hasil yang sudah dihitung akan dimasukkan kedalam catatan berupa buku tabungan khusus nasabah bank sampah. Saldo yang terkumpul secara otomatis akan diakumulasikan setiap harinya dengan pendapatan sebelumnya.

Seperti layaknya Bank sungguhan, pengambilan saldo dapat diambil sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhannya. Penukaran saldo bisa berupa modal atau pun kebutuhan pokok lainnya. Dengan memanfaatkan adanya Bank Sampah harapan untuk terus menatap masa depan bagi bocah bernama Aldi Alvian ini akan terus ada. Bank Sampah juga sangat menunjang perekonomian di wilayah sekitar. Hanya dengan botol plastik bekas bisa menghasilkan tambahan modal dan menjadi sesuatu yang bermanfaat lagi tanpa harus mencemari lingkungan.

Aldi merupakan salah satu nasabah dari Bank Sampah sejak tahun 2015. Keikutsertaanya dalam memanfaatkan Bank Sampah perlu menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk peduli terhadap lingkungan. Inilah bentuk gotong royong dalam mengatasi masalah lingkungan, tanpa adanya Aldi dan masyarakat yang ikut membaur menjadi bagian dari nasabah, program Bank Sampah tidak akan berjalan dan bermanfaat bagi lingkungan. Jadi semua kembali kepada kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya peduli terhadap lingkungan salah satunya dengan Bank Sampah.


Timbunan sampah yang terus menumpuk akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan lingkungan serta menimbulkan berbagai permasalahan seperti mendatangkan penyakit dan juga banjir. Sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar, sementara Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersedia tidak akan bisa menampung sampah yang terus menerus dihasilkan masyarakat. Perlunya kesadaran masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Sebagai perusahaan multinasional dengan memiliki enam bidang usaha yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistic, serta teknologi informasi PT. Astra International turut berkontribusi sosial untuk memecahkan persoalan dilingkungan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial. Hal ini dilakukan agar terjadinya kerjasama dibidang sosial yang menguntungkan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Bank Sampah merupakan salah satu program  peduli lingkungan yang dikelola CSR Astra untuk mengatasi permasalahan terkait dengan sampah.
Dengan adanya Bank Sampah akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain menjadi penggerak kepedulian lingkungan, Bank Sampah juga mempu mengubah pandangan lain terhadap sampah yang selama ini menjadi sumber masalah pada lingkungan menjadi sesuatu hal yang bermanfaat. Hasil dari proses pengolahan Bank Sampah pun bisa menghasilkan berbagai produk olahan baru dengan cara mendaur ulang sampah dan juga mampu menghasilkan biji plastik untuk diolah kembali.

Lingkungan yang bersih dan nyaman akan menjadi dambaan seluruh masyarakat untuk merasakan hidup yang sehat. Semoga Bank Sampah Astra mampu memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu peduli dengan lingkungan.

12 komentar

click to leave a comment!

31 Desember 2016 10.40 Delete comments

Nggak semua anak bisa kayak gini. Ini luar biasa banget Mas Arta, semoga menginspirasi anak2 lain

Reply
avatar
31 Desember 2016 19.17 Delete comments

Salut nih, keren :)
Hal sekecil apapun kalau kita bisa memanfaatkannya tentu akan bermanfaat ya mas :)
Semoga makin banyak anak2 yang terus bisa menginspirasi :)

Reply
avatar
2 Januari 2017 22.19 Delete comments

Iya Mbak Semoga menyadarkan masyarakat kita juga yang biasa pada buang sampah di aliran sungai gitu...

Reply
avatar
4 Januari 2017 22.27 Delete comments

Iya ... segala sesuatu itu bisa menginspirasi ... termasuk bocah kecil yang memang hanya segelintir niat untuk menciptakan lingkungan yang bersih...

Semoga bisa menyadarkan masyarakat luas akan kepeduliannya terhadap lingkungan

Reply
avatar
21 Januari 2017 15.56 Delete comments

Baru tau di Indonesia ada program semacam ini. Di luar negeri sana, lupa negara mana, ada sebuah mesin yang mampu menampung botol bekas yang di kumpulkan. Mesin tersebut nantinya akan mengeluarkan uang koin atau uang kertas, jika botol-botol bekas tersebut di masukkan ke penampunganya. Hihihi.

Reply
avatar
22 Januari 2017 15.57 Delete comments

Wah justru lebih kerenan disana dong ya... mantab berarti... Indonesia boleh nirulah...

Reply
avatar
4 Februari 2017 17.53 Delete comments

Wahh hebat banget ya bang Arta, bangga banget klu saya jadi ayahnya.. semoga bisa menginspirasi keluarga saya.. makasih sudah mengangkat kisah tentang lingkungan..

Reply
avatar
5 Februari 2017 18.13 Delete comments

Ternyata tulsian sederhana ini bisa memenangkan kompetisi. Saya malah pesimis duluan dan gak jadi ikutan.

Reply
avatar
5 Februari 2017 21.04 Delete comments

Iya terimaksih mas Ahmad.
Semoga artikel diatas mampu mnegisnpirasi kita untuk menjadi lebih peduli lagi akan lingkungan.
Semua itu karena proses, tanpa proses keberhasilan tidak akan pernah tercapai.

Reply
avatar
5 Februari 2017 21.07 Delete comments

Hai Mas Amir... Jangan pernah ragu dengan kemampuan kita...
Kapasitas kita hanya berusaha... biarkan saja Sang Pencipta yang menentukan...
Soal juara semua sudah digariskan mas... Tetap semangat dan keep writing ya...

Reply
avatar
21 Februari 2017 14.59 Delete comments

Saya mau komentar lagi boleh ya ? ternyata keberadaan Bank Sampah begitu bermanfaat buat Aldi pada artikel di atas. Sekligus bisa mengurangi jumlah sampah yang semakin hari semakin bertambah dan selalu menjadi masalah utama ibukota selain banjir

Reply
avatar
15 Juni 2017 15.49 Delete comments

Only with plastic bottles can generate additional capital and become something useful again, without polluting the environment.

Reply
avatar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *